Manusia Sebagai Khalifah Fil Ardhi

Diposkan oleh Anonim Senin, 15 Juni 2009

Islam yang ya’lu wala yu’la alaih, telah membentangkan segala informasi dan aturan mengenai Aspek kehidupan manusia.Melalui Rasullnya Allah telah menjabarkan Dzat,sifat,af’al,permulaan dan kesudahan alam ini serta pertanggung jawaban manusia setelah meninggal.Dan merupakan sunnatullah dalam perjalanan dakwahnya islam selalu menghadapi berbagai kendala dan serangan-serangan dari para pemikir yang hendak memadamkan Cahaya-Nya.Sementara itu kaum kaum Muslimin sangat mendambakan para ulama yang dapat merka pegang Al-Quran dan As-Sunnah,teguh dalam menghadapi bala’ dan ujian.Untuk itu tentunya diperlukan tokoh yang berjiwa besar dan penuh kharismatik. Manusia sebagai mahluk yang paling sempurna kejadiaanya ,kesempurnaan itu bisa kita lihat, bahwa manusia diciptakan dengan bentuk lahir yang paling sempurna bila disbanding mahluk lain.Sedangkan secara batin,manusia dilengkapi dengan akal dan pikiran. Keberadaan manusia yang demikian wajar,apabila Allah membebankan tugas untuk Kholifah fil Ardhi (pemimpin dimuka bumi).Disisi lain,manusia juga mempunyai tugas sebagai seorang hamba yang disebut dengan tugas Ubudiyah,yaitu tugas untuk senantiasa beribadah dan taat kepada Allah.Tugas sebagai Kholifah fil ARdhi agar manusia mengelolah segala hal yang berkaitan dengan kemasalahan hidup dan kemajuan di muka bumi,sedangkan tugas sebagai seorang hamba adalah bahwa manusia harus tunduk dan senatiasa beribadah serta menghamba hanya kepada Allah SWT. Pemahaman bahwa manusia sebagai seorang kholifah dan manusia sebagai hamba,semuanya tertuju dalam rangka untuk penghambaan kepada Allah sehingga tidak dibenarkan ketika manusia sebagai kholifah.Maka dengan demikian tidak ada pemimpin yang tak jujur ataupun pemimpin yang memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyatnya.Karena pada saat ia menjadi pemimpin ,pada saat itu ia sadar bahwa kepemimpinannya aplikasi akan tugas hamba itu sendiri.Dalam hal itu kita ingat sebuah hadist Rasullulah yang artinya:
“Masing-masing dari kamu adalah pemimpin dan masing-masing dari kamu akan ditanya dengan kepemimpinannya”
Pada saat yang sama yaitu pada saat manusia memerankan fungsinya sebagai seorang hamba yang taat beribadah kepada Allah tidak boleh sama sekali melupakan tugas kekholifannya,karena penghambaan mereka kepada Allah juga dalam rangka pencampaiian tugas kekholifannya itu sendiri.Ini dibuktikan dengan penjelasan dalam Al-Quran surat An Nur ayat 55 yang artinya :
“Allah menjanjikan kepada orang-orang beriman diantara kamu dan mengerjakan perbuatan baik,bahwa mereka akan diberikan warisan kekuasaan di muka bumi,sebagaimana telah diberikan kepada orang-orang sebelum mereka dan akan diteguhkan kedudukan agama mereka yang telah diridhoi oleh Tuhan.Dan akan menukar mereka sesudah ketakutan menjadi aman sentisa.Mereka menyembah aku dan tidak mempersekutukan barang sesuatu dengan aku.Barang siapa yang ingkar sesudah itu merekalah orang-orang yang fasiq”(An Nur 55)
Dalam pelaksanaan tugas kekholifannya,Rasullulah mencontohkan bahwa beliau tidak pernah disibukkan oleh sebuah symbolis atau bentuk-bentuk formalitas.Akan tetapi Rasullulah mengedepankan tauladan atau Uswatun Hasanah yang nyata,terbukti dalam sejarahnya bahwa Rosul tidak serta merta menanamkan Negara Arab sebagai Negara islam, tetapi menyebut dengan nama Jazirotul Arabiah (kepulauan Arab)yang berdampingan damai dengan Kristen Taglib,Nasroni Najion,dan pada waktu yang bersamaan beliau menunjukkan amal dan perbuatan yang baik sehingga membuat kawan dan lawan mengakuinya.Maka dengan kepemimpinan Rosul telah mampu merubah Arab menjadi Negara Islam.
Dalam kehidupan ini pun,kita tidak bisa serta merta menutup mata,bahwa terkadang masih ada pemimpin-pemimpin kita yang tidak jujur,lantas kita antipasi dan tidak perduli.Sikap yang demikian justru akan menyebabkan lawan umat islamiah tumbuh dengan besar sementara kita semakin terpojok,tetapi kita juga tidak boleh asal pilih pemimpin.

Maka dengan demikian tidak ada pemimpin yang tak jujur ataupun pemimpin yang memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan rakyatnya

0 komentar

Poskan Komentar

Did You Know... »» (?)

Share/Save/Bookmark

Subscribe
Ada kesalahan di dalam gadget ini